MANAJEMEN KEUANGAN DALAM KESEHATAN
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan
rahmat- Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan judul “ Manajemen Keuangan “. Makalah ini kami susun untuk melengkapi
tugas matakuliah Organisasi Manajemen dalam Praktik Kebidanan dan kelengkapan
dari rangkaian perkuliahan kami.
Dalam
kesempatan ini kami juga berterima kasih kepada pihak- pihak yang tidak dapat
kami sebutkan namanya, yang sangat berperan dalam memberikan dorongan, bantuan,
dukungan, dan arahan dalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari penyusunan makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, untuk itu
saran yang membangun sngat kami perlukan untuk memperbaiki makalah ini.
Yogyakarta,
12 Maret 2014
Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang...........................................................................................................
B. Rumusan
Masalah......................................................................................................
C. Tujuan
Penulisan........................................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Definisi
Manajemen Keuangan..................................................................................
B. Tujuan
dan Fungsi Manajemen Keuangan.................................................................
C. Teori-
Teori Keuangan...............................................................................................
D. Konsep
Manajemen Keuangan...................................................................................
BAB 3 PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................................
B. Saran...........................................................................................................................
Daftar Pustaka
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sumber
masalah di dunia ini, apakah anda mengakuinya atau tidak, berasal dari uang.
Oleh karena itu tidak salah kalau orang mengatakan, “Apakah kita benar-benar
materialistis? Apakah kita benar-benar tidak bisa hidup tanpa uang?” Kuncinya
terletak pada pola pikir kita atau pola pikir yang kita tanam dalam diri kita.
Jika kita tidak menetapkan pola pikir dengan benar, maka uang hanya akan
membebani kita. Sebaliknya, jika kita menggunakan uang sebagai alat untuk
melakukan banyak perbuatan baik, maka uang akan menjadi sesuatu yang berarti.
Hal
yang sama berlaku untuk manajemen atau pengelolaan keuangan. Hal yang benar
adalah, kita harus menjadi orang yang membatasi berapa banyak “konsumsi”
mempengaruhi hidup kita. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa baik atau buruk
manajemen keuangan kita (di mana setiap orang memiliki standar yang berbeda)
itu semua kembali ke pikiran kita terhadap uang.
Oleh
karena itu, berbicara tentang keuangan, hal itu tidak dapat dipisahkan dari
pola pikir kita. Jadi ada beberapa hal yang perlu kita pahami mengenai pola
pikir kita terhadap uang.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
dalam menyusun makalah ini, kami menggunakan rumusan masalah sebagai berikut:
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan kami
menyusun makalh yang berjudul “Manajemen Keuangan” ini, adalah selain untuk
melengkapi tugas mata kuliah OMPK, kami juga mengharapkan kepada masyarakat
umumnya dan pembaca khususnya agar memahami apa itu manjemen keuangan,
bagaimana konsep manjemen keuangan, apa fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan
kita serta bagaimana cara pengelolahannya. Sehingga kita perlu sedikit
mengetahui bagaimana manajemen keuangan itu karena kita nantinya dalam
menjalankan profesi kita tentu tidak akan terlepas dari masalah keuangan karena
itu kita perlu mengetahui sedikit banyak mengenai manajemen keuangan ini untuk
membantu kita dalam merencanakan dan menyusun kinerja keuangan.
BAB
2
PEMBAHASAN
A. Definisi Manajemen Keuangan
Pengertian manajemen
keuangan menurut Liefman : Manajemen
Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk
mendapat atau memperoleh aktiva.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Depdiknas :
Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang
meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan
pelaporan. Pengertian manajemen keuangan menurut JF Bradley : Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang
ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana & seleksi yang seksama
dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah
mencapai tujuannya. Pengertian manajemen keuangan menurut J. L. Massie : Manajemen keuangan adalah kegiatan operasional
bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana yang
diperlukan untuk sebuah operasi yang efektif dan efisien. Pengertian manajemen
keuangan menurut Prawironegoro :
Aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang
semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin
untuk menghasilkan laba.
Manajemen
Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
organisasi atau perusahaan.
B. Tujuan dan Fungsi Manajemen
Keuangan
Manajemen
keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan.
Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang
investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan,
dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan
nilai perusahaan.
Kegiatan
penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat (4) aspek
yaitu:
1. Pertama, yaitu dalam perencanaan dan
peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain
yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
2. Kedua,
manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi
dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
3. Ketiga,
manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4. Keempat,
menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan
menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh
dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Dari
ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan
dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya,
tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan
berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Tugas-tugas
dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
2. Menggunakan Dana Perusahaan
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
Adapun fungsi manajemen keuangan dibagi
menjadi dua yaitu fungsi manajemen keuangan secara umum dan fungsi pokok manajemen
keuangan. Fungsi manajemen keuangan secara umum antaralain:
1. Perencanaan
Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan
pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan
dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan
Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk
memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana
yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta
menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian
Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas
keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan
Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan
perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
Fungsi
Utama Manajemen Keuangan antara lain:
1) Investment
Decision : Keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola perusahaan.
2) Financing
Decision : Keputusan berkaitan dengan penetapan sumber dana yang diperlukan
dan penetapan perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal yang
optimal).
3) Assets Management Decision
: Keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan aktiva (kata bijak: lebih
mudah membangun daripada mengelola).
C. Teori- Teori Keuangan
1) Perfect capital Market
àSecara umum pasar modal sempurna
memiliki karakteristik: tidak ada biaya transaksi, tidak ada pajak, ada cukup banyak
pembeli dan penjual, ada kemampuan akses yang sama ke pasar, tidak ada biaya
informasi, setiap orang memiliki harapan yang sama, tidak ada biaya yang
berhubungan dengan hal kesulitan keuangan.
2) Discounted
Cash Flow
à Teori
ini dikembangkan oleh John Burr Williams dan Myron J. Gordon. Kosnsep dasar
dari teori ini adalah pada nilai waktu uang.
3) Capital
Structur Theory
à Teori
ini dikembangkan oleh Franco Modiglani dan Merton Miller tahun 1958 atau sering
dinamakan teori MM. Teori yang
dikembangkan bahwa nilai suatu perusahaan tergantung pada arus penghasilan
dimasa depan ( future earning streams) dan oleh karena itu tidak tergantung
pada struktur modal. Teori MM yang pertama ini mengasumsikan pada pasar modal sempurna dan tidak ada
pajak, sehingga sering disebut model MM-Tanpa Pajak. Sekitar tahun 1963 model
ini disempurnakan dengan model MM-Dengan Pajak. Dengan adanya pajak
penghasilan, hutang dapat menghemat pajak yang dibayar. Tetapi teori ini lupa
bahwa hutang yang besar dapat menimbulkan financial distress. Karena ada
kelemahan ini kemudian model ini diperbaiki yang sering disebut tax
saving-financial cost trade off theory.
4) Dividend
Theory
à Teori
ini juga dikembangkan oleh Modiglani dan Miller, bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi nilai
perusahaan, karena setiap rupiah pembayaran dividen akan mengurangi laba
ditahan yang digunakan untuk membeli aktiva baru.
5) Teori
Portfolio dan Capital Asset Pricing Model
à Teori
Portfolio moder dikembangkan oleh Harry Markowitz tahun 1990 dan mendapat
hadiah nobel. Pelajaran utama dari teori ini adalah bahwa risiko dapat
dikurangi dengan cara mengkombinasikan beberapa jenis aktiva berisiko daripada
hanya memegang salah satu jenis aktiva saja.
Teori yang berkaitan dengan teori
portfolio adalah Capital asset Pricing Model yang dikembangkan Sharpe, John
Litner dan Jan Moissin yang secara terpisah menunjukkan bahwa tingkat
keuntungan yang disyaratkan pada suatu aktiva berisiko merupakan fungsi dari
tiga faktor:
·
Tingkat keuntungan bebas risiko
·
Tingkat keuantungan yang disyaratkan
pada portfolio dengan risiko rata-rata
·
Volatilitas tingkat keuntungan aktiva
berisiko tersebut
6) Option
Pricing Theory
à Option
adalah hak untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang telah
ditentukan pada waktu yang telah
ditentukan pula. Teori ini secara formal dikembangkan oleh Fisher Black dan Myron Scholes yang sering disebut Black-Ccholes
Option Pricing Model.
7) Efficient
Market Hyphothesis
à Teori
ini dikembangkan oleh Eugene F. Fama. Terminologi efisien dalam teori ini pada
efisiens secara informasi. Teori ini mengatakan jika pasar efisien maka harga merefleksikan seluruh informasi
yang ada.
Menurut teori ini pasar efisien dibagi
menjadi tiga:
8) Agency
Theory
à Teori
ini dikembangkan oleh Michael C Jensen dan William H. Meckling. Teori ini
muncul karena adanya keterpisahan antara pemilik dan manajemen. Agency
relationship muncul ketika individu (majikan/principal) membayar individu lain
(agent) untuk bertindak atas namanya, mendelegasikan kekuasaan untuk membuat
keputusan kepada agen atau karyawannya.
9) Asymetric
Information Theory
à Informasi
asimetri adalah kondisi dimana satu pihak memiliki informasi lebih banyak dari
pada pihak lain.
D. Konsep Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan adalah segala aktivitas dengan perolehan,pendanaan dan pengelolaan
aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. Oleh karena itu, fungsi pembuatan
keputusan dari manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga area utama:
keputusan sehubungan investasi, pendanaan, dan manajemen aktiva.
Manajemen
keuangan yang efisien mebutuhkan adanya tujuan dan sasaran, yang digunakan
sebagai standar dalam memberikan penilaian keefisienan keputusan keuangan.
Tujuan perusahaan adalah maksimalisasi kesejahteraan pemilik perusahaan.
Banyaknya saham yang dimiliki menunjukan bukti kepemilikan dalam perusahaan.
Kesejahteraan pemegang saham ditunjukan melalui harga pasar perusahaan, yang
juga merupakan refleksi dari keputusan investasi, pendanaan dan aktiva
manajemen. kesuksesan keputusan suatu bisnis dinilai berdasarkan dampak yang
ditimbulkan terhadap harga saham.
Manajemen
keuangan adalah menejemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.Sedangkan fungsi
keuangan adalah kegiatan utama yang harus dilakukan oleh mereka yang
bertanggung jawab dalam bidang tertentu. Fungsi menejemen keuangan adalah
menggunakan dana dan menempatkan dana.
Manajemen
dalam bisnis perusahaan terdiri dari beberapa individu yang di kelompokkan
menjadi tiga kelompok yaitu :
a) kelompok
manajemen tingkat pelaksana (operational menegement ), meliputi para
suvervisor.
b) Kelompok
manajemen menengah meliputi kepala department, manajer devisi, dan manager
cabang.
c) Manajemen
eksekutif atau disebut juga manajemen puncak eksekutif sebagai penanggung jawab
dari fungsi-fungsi : pemasaran, pembelanjaan, produksi, pambiyaan, dan
akutansi. Manajemen eksekutif secara prinsipil berkenaan dengan pembuatan
keputusan jangka panjang, manajeman menengah berkaitan dengan keputusan jangka
menengah, dan manajemen operasional berkaitan dengan keputusan jangka pendek.
Konsep
Manajemen dapat digambarkan dalam kalimat seperti “ membuat keputusan, memberi
perintah, menetapkan kebijakan, menyeediakan pekerjaan dan system reward
(imbalan) dan mempekerjakan oaring untuk melaksanakan kebijakan”. Manajemen
menetapkan tujuan yang akan dicapai dengan mengintegrasikan pengetahuan dan
keterampilan dengan kecakapan dan pengalaman personil. supaya berhasil,
manajemen harus melaksanakan secara efektif fungsi-fungsi perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dan pengorganisasian fungsi utama
manajemen manajemen eksekutif, sedangkan pengawasan merupakan fungsi
operasioanal. Pelaksanaan ketiga fungsi uatama tadi perlu keterlibatan dari
tiap tingkatan manajemen.
Manajemen
memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan
tahap penelitian, ketiga tahap tadi apabila diterapkandalam manajemen keuangan
adalah menjadi tahap perencanaan keuangan dan tahap pelaksanaan dan tahap
penilaian. Tahapan penting dalam manajemen keuangan antara lain sebagai
berikut:
Ø Peramalan keuangan
Peramalan
keuangan dalam manajemen keuangan digunakan untuk memperkirakan kebutuhan
keuangan dimasa yang akan datang. Jika manajemen keuangan tidak mencoba untuk
mengantisipasi kebutuhan pembiayaan masa depan perusahaannya, maka krisis akan
terjadi setiap kali penerimaan kas lebih kecil dari pengeluaran kas.perencanaan
yang baik ditujukan untuk mengantisipasi dan mempersiapkan perusahaan untuk
menghadapi kondisi masa depan,dimana, ketika perusahaan harus membutuhkan
adanya pembiayaan tambahan, dan juga ketika perusahaan tidak mampu menghasilkan
pemasukan kas.
Ø Perencaaan keuangan dan
penganggaran
Untuk
memperoleh suatu perkiraan lebih akurat mengenai jumlah dan waktu dari
kebutuhan dana perusahaan memerlukan suatu anggaran kas. Metode persentase
untuk peramalan keuangan, memberikan pendahuluan yang sangat bermanfaat serta
biaya rendah untuk mengembangkan anggaran kas yang lebih terperinci, yang akan
digunakan untuk memperkirakan kebutuhan dana perusahaan.
Seperti
yang kita ketahui, tujuan pokok utama dengan adanya manajemen keuangan adalah
untuk merencanakan anggaran atau dana dari suatu organisasi atau perusahaan
agar bisa mengembankan, menggunakan dan memperoleh laba atau peningkatan atas
apa yang dijalankan. Dengan adanya keuangan yang termanajemen maka perusahaan
bisa mengetahui, mengontrol dan dapat mengambil keputusan yang bijaksana
mengenai prosedur penggunaan anggaran. Adapun untuk memperoleh anggaran itu
sendiri dimanajemen keuangan tentunya juga mempunyai prosedur atau aturan agar
anggaran tersebut bisa diperoleh. Berikut akan dibahas mengenai anggaran itu
sendiri.
a) Fungsi
anggaran
Anggaran
disamping sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian manajemen, juga
merupakan alat bantu bagi manajemen dalam mengarah kan suatuorganisasi dalam
posisi yang kuat atau lemah, ( Nanang Fatth, 2000: 49 ). Sementara beberapa
fungsi anggaran dalam manajemen organisasi sektor publik menurut Deddy
Nordiawan ( 2006 : 48-49 ) adalah sebagai berikut :
v Anggaran
sebagai alat perencanaanà Dengan
fungsi ini organisasi tahu apa yang harus dilakukan dan kearah mana kebijakan
dibuat.
v Anggaran
sebagai alat pengendalianà Dengan
adanya anggaran organisasi sektor publik dapat menghindari adanya pengeluaran
yang terlalu besar ( overspending ) atau adanya pengeluaran dana yang tidak
semestinya ( misspending ).
v Anggaran
sebagai alat kebijaksanaanà Dengan
adanya anggaran organisasi sektor publik dapat menentukan arah atas kebijakan
tertentu.
v Anggaran
sebagai alat politikà Dengan
adanya anggaran dapat dilihat komitmen pengelola dalam melaksanakan
program-program yang telah dijanjikan.
v Anggaran
sebagai alat koordinasi dan komunikasià Dengan dokumen anggaran yang
komprehensif sebuah bagian atau unit kerja atau departemen dapat diketahui apa
yang harus dilakukan dan apa yang akan dilukukan oleh masing-masing bagian atau
unit kerja lainnya.
v Anggaran
sebagai alat penilaian kerjaà Anggaran
adalah suatu ukuran yang bisa menjadi patokan apakah suatu bagian / unit kerja
telah memenuhi target baik berupa terlaksananya aktivitas maupun terpenuhinya
efesiensi biaya.
v Anggaran
sebagai alat motifasià Anggaran
dapat digunakan sebagai alat komunikasi dengan menjadikan nilai-nilai nominal
yang tercantum sebagai target pencapaian. Denga catatan anggaran akan menjadi
alat motivasi yang baik jika memenuhi sifat menangtang tetapi masih bisa
dicapai. Maksudnya adalah sesuatu itu hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga
tidak dapat dipenuhi juga jangan terlalu rendah sehingga mudah dicapai.
b) Prinsip-
prinsip dan Prosedur anggaran
Prinsip-prinsip
penyusun anggaran apabila dikaitkan denga anggaran sebagai alat perencanan dan
pengendalian menurut Nanang Fattah (200: 49) adalah sebagai berikut:
Ø Adanya
pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen
organisasi.
Ø Adanya
sistem akutansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran.
Ø Adanya
penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi.
Ø Adanya
dukungan dari pelaksana dari tingkat atas hingga yang paling bawah.
Sedangkan
apabila prinsip-prinsip anggaran dikaitkan dengan peran dan fungsi anggaran sebagai
pedoman bagi organisasi publik dan pemerintah adalah seperti dikemukakan oleh
Deddy Nordiawan ( 2006 : 49-50 ), yaitu :
Sedangkan
prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut:
·
Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan selama periode anggaran.
·
Mengidentifikasi sumber-sumber yang
dinyatakan dalam uang, jasa dan barang.
·
Semua sumber dinyatakan dalam bentuk
uang sebab anggaran pada dasarnya merupakan pernyataan finansial.
·
Menformulasikan anggaran dalam bentuk
format yang telah disetujui dan dipergunakan oleh instansi tertentu.
·
Menyusun usulan anggaran untuk
memperoleh persetujuan dan pihak yang berwenang.
·
Melakukan revisi usulan anggaran.
·
Persetujuan revisi usulan anggaran.
·
Pengesahan anggaran.
c) Bentuk-
Bentuk Anggaran
1. Anggaran
Butir-Per-Butir (line item budget)
Anggaran butir per
butir merupakan bentuk anggaran yang konvensional, namun paling simpel dan
banyak digunakan. Dalam bentuk ini, setiap pengeluaran dikelompokkan berdasarkan
kategori-kategori atau jenis butir, misalnya gaji, upah, honor menjadi satu
kategori atau satu nomor atau butir sedangkan perlengkapan, sarana, material
dalam butir tersendiri.
Kelebihan:
Lebih simpel dan mudah dalam pengawasan pengeluaran biaya.
Kelemahan:
Tidak membantu dalam pengambilan keputusan seperti mengevaluasi harga dalam
hubungannya dengan pencapaian suatu program; Tidak akan dapat menunjukkan
hubungan antara masukan program dan keluaran; Tidak biisa menganalisis untung
rugi; Lebih mengarah pada pembukuan dan tidak terhadap tujuan suatu program.
2. Anggaran
Butir Program (Program Budget System)
Bentuk anggaran
dirancang untuk mengidentifikasi biaya setiap program.Anggaran program dihitung
berdasarkan jenis program.Sebagai bahan perbandingan kalau dalan anggaran butir
per butir disebut gaji guru, sedangkan dalam progran disebut gaji untuk
perencanaan pengajaran IPA sebagai salah satu komponen, dan komponen lain yang
termasuk program percobaan mencakup alat-alat IPA, bahan-bahan kimia, IPA dan
sebagainya menjadi satu paket namanya gaji guru program IPA. Adapun keuntungan bentuk anggaran program
antara lain:
§ Mengorganisasikan sejumlah besar
pengeluaran menjadi rencana yang logis dan konkrit.
§ Merangsang perencanaan tahunan dan
reevaluasi periodik dari pelaksanaan rencana.
§ Menghindari sentralisasi
berlebihan, dimana keputusan menumpuk ditingkat atas.
3. Anggaran
Berdasarkan Kinerja
Bentuk ini sesuai namanya
menekankan pada kinerja dan bukan keterperincian dari suatu alokasi
anggaran.Pekerjaan dalam suatu program di pecah dalam bentuk beban kerja dan
unit hasil yang dapat diukur. Hasil pengukurannya dipergunakan untuk menghitung
masukan dana dan tenaga yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan suatu
program. Anggaran berdasarkan hasil ini merupakan alat menajemen yang dapat
mengidentifikasi secara jelas satuan dari hasil suatu program dan sekaligus
merinci butir perbutir dari kegiatan yang harus dibayar.
d) Analisis
Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis sumber dana
atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan.
Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal
perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan
penggunaan dana. Alat analisa yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan
prestasi keuangan perusahaan adalah analisa rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam
analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas
dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari
masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan
dana.
Pada umumnya rasio
keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
Ø Rasio
Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendeknya.
Ø Rasio
Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang
di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari
kreditur perusahaan.
Ø Rasio
Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam
menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan
antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
Ø Rasio
Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang
dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
Ø Rasio
Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
Ø Rasio
Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap
oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko
dengan rasio hasil pengembalian.
BAB
3
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manajemen
Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
organisasi atau perusahaan. Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas
dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain
meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian
deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah
merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan.
Tujuan
dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu
perusahaan secara umum dan untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan
demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan
setinggi mungkin. Manajemen keuangan yang efisien mebutuhkan adanya tujuan dan
sasaran, yang digunakan sebagai standar dalam memberikan penilaian keefisienan
keputusan keuangan.
B.
Saran
Setiap
orang dalam menjalankan rencana yang ingin dilakukannya tentu memiliki
manajemen atau caranya tersendiri. Sebagai seorang kader calon bidan maka kita
juga penting untuk mengetahui banyak pengetahuan umum termasuk salah satunya
adalah pengetahuan mengenai manajemen keuangan. Karena tanpa kita pungkiri,
setelah kita terjun ke masyarakat kita akan merasakan bagaimana mengelolah
suatu instansi tempat bekerja seperti BPM misalnya. Untuk mengelolah BPM ini
juga nantinya kita harus mempunyai manajemen yang jelas termasuk manajemen
keuangannya. Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui sedikit mengenai
bagaimana konsep manajemen keuangan itu sendiri.
Daftar Pustaka
Heru sutojo. PRINSIP-PRINSIP
MANAJEMEN KEUANGAN.CET 1.Jakarta:salemba empat.1997.
Heru
sutojo.PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN.CET 1.Jakarta:salemba empat.1997.

